Kamis, 18 April 2013

bahasa ilmiah dan media masa

 
BAHASA ILMIAH
BAHASA DAN MEDIA MASSA
MAKALAH INI DIGUNAKAN UNTUK TUGAS KELOMPOK MATA KULIAH
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
d
i
s
u
s
u
n
KELOMPOK 4:
UMI FATMAYANTI
DINI OKTA PRAMUDITA
IKA AFRIYANTI
JENNY VERAWATI SIHOTANG


PGMI-2/VI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
SUMATERA UTARA
 


   
KATA PENGANTAR

                   Puji dan syukur Kami panjatkan kepada Allah swt, Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah serta karunia-Nya sehingga Kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini.
                   Makalah ini disusun dengan sedemikian rupa untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Pembelajaran Bahasa Indonesia. Walaupun demikian masih banyak ketidaksempurnaan yang perlu kiranya untuk Kami perbaiki, oleh sebab itu saran dan kritik yang sifatnya membangun guna perbaikan makalah ini sangatlah di harapkan. Kami haturkan terimakasih kepada penulis yang tulisannya Kami kutip sebagai bahan rujukan. Kami berharap makalah ini dapat memberi sumbangan yang berarti dalam kegiatan proses belajar mengajar.


 
BAB 1
PENDAHULUAN

Era globalisasi menuntut orang harus menguasai dan teknologi serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK), khususnya kalangan generasi muda. Orientasi pendidikan pun ditujukan pada penguasaan ilmu dan teknologi serta TIK. Untuk itu, bahasa Indonesia memegang peranan penting. Disamping sebagai bahasa pengantar dalam pelaksanaan pendidikan, bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa ilmu dan teknologi serta TIK. Penguasaan bahasa Indonesia akan memperlancar pencapaian tujuan pendidikan dan penguasaan ilmu, teknologi, seni, serta TIK.
Kurikulum terbaru mengantisipasi semua itu. Pendidikan bahasa Indonesia yang kini berpusat pada siswa tidak lagi berorientasi pada pengajaran bahasa, tetapi pada pembelajaran bahasa. Pembelajaran bahasa Indonesia tidak lagi berorientasi pada struktur bahasa, tetapi pada pendekatan kontekstual dan komunikatif yang menekankan keterampilan berbahasa dalam berbagai kepentingaan dan ranah komunikasi. Keterampilan berbahasa dapat dibangun di atas fondasi pengetahuan bahasa. Oleh karena itu, untuk membangun keterampilan berbahasa, orang harus memiliki wawasan kebahasaan.
Bahasa merupakan bagian dari kehidupan masyarakat penuturnya. Bagi masyarakat Indonesia, bahasa Indonesia mempunyai kedudukan dan fungsi di dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan Negara Indonesia.
Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, bahasa itu alat piker dan alat ekspresi, maka gunakanlah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Ungkapan gunakanlah bahasa Indonesia yang baik dan benar telah menjadi slogan yang memasyarakat, baik melalui jasa guru di lingkungan sekolah, jasa media massa (media cetak-surat kabar dan majalah-ataupun media elektronik-radio, televisi, dan internet) maupun melalui siaran pembinaan bahasa Indonesia.

BAB 2
PEMBAHASAN
A.    Bahasa Ilmiah
Bahasa ilmiah adalah sarana verbal yang efektif, efisien, baik, dan benar. Bahasa ilmiah digunakan dalam kajian ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang terkait dengan penulisan upaya pencarian, penemuan, pengolahan, dokumentasi, analisis, atau publikasi. Bahasa ilmiah lazim digunakan untuk mengkomunikasikan proses kegiatan dan hasil penalaran ilmiah, misalnya dalam penulisan:
·         Proposal kegiatan ilmiah, proposal penelitian
·         Laporan kegiatan yang berbentuk surat, artikel, makalah, naskah
·         Karya tulis ilmiah
·         Laporan rutin suatu pekerjaan yang berbentuk surat, artikel, maupun naskah
·         Laporan pertanggungjawaban
·         Laporan penelitian
Ciri-ciri bahasa ilmiah, antara lain:
1.      Struktur kalimat jelas dan bermakna lugas
2.      Struktur wacana bersifat formal
3.      Singkat, berisi analisis dan pembuktian, penyajian konsep secara lengkap
4.      Cermat dalam menggunakan unsusr baku istilah/kata, ejaan, bentuk kata, kalimat, paragraph, wacana.
5.      Menggunakan istilah khusus yang bersifat teknis dalam bidang ilmu tertentu.
6.      Objektif dapat diukur kebenarannya secara terbuka oleh umum


B.     Bahasa Indonesia dan Media Massa
Pancasila sebagai dasar ideologi Negara Republik Indonesia merupakan alat pemersatu bangsa yang paling tagguh. Tetapi sarana lain yang sangat besar jasanya sebagai alat pemersatu bangsa adalah bahasa Indonesia, yang telah diikrarkan pada sumpah pemuda tahun 1928.
Bahasa Indonesia di Negara Republik Indonesia memiliki multifungsi. Ia diakui sebagai bahasa negara, bahasa kebangsaan, bahasa resmi, juga sebagai bahasa kebudayaan. Ia dipakai di sekolah-sekolah dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi sebagai bahasa pengantar, dan dipakai pula sebagai bahasa penghubung di dalam pergaulan sehari-hari.
1.      Peranan Pers dalam Pembinaan Bahasa Indonesia
Pers sebagai salah satu alat komunikasi massa sangat besar peranannya dalam pembinaan bahasa, terutama dalam masyarakat yang bahasanya masih tumbuh dan berkembang seperti bahasa Indonesia. Secara tidak langsung surat kabar dan majalah menjadi sarana pembinaan bahasa. Kekuatannya terletak pada kesanggupan mengguankan bahasa secara terampil dalam penyampaian informasi, opini, bahkan hiburan. Sarana yang dipakai surat kabar dan majalah tersebut sebagai alat komunikasi dengan masyarakat adalah bahasa tulis.
Peranan yang dimainkan oleh surat kabar dan majalah dalam pembinaan bahasa dapat bersifat positif, namun dapat juga bersifat negatif. Apabila bahasa yang digunakan oleh pers adalah bahasa yang baik dan terpelihara, tentu pengaruhya terhadap masyarakat pembacanya pun baik. Namun apabila sebaliknya, tentulah pengaruhnya terhadap masyarakat bersifat negatif/merugikan.
Bahasa yang digunakan oleh pers adalah bahasa tulis yang setiap hari dibaca oleh masyarakat. Karena bahasa itu bahasa tulis, lama dapat berda di tangan pembaca. Bukan sebagai bahasa lisan yang lewat sepintas di telinga pendengar. Karena itu pembaca yang kurang menguasai kaidah bahasa mudah dipengaruhi oleh bahasa yang dibacanya dalam surat kabar atau majalah. Pembaca bukan hanya meniru bahasa yang baik, melainkan juga meniru bahasa yang salah. Disinilah letak peranan pers dalam usaha pembinaan bahasa.
2.      Penggunaan Bahasa dalam Siaran Radio
Radio merupakan bagian dari media massa. Baik radio pemerintah maupun radio swasta mempunyai peranan: (a) memberikan informasi, (b) memberikan bimbingan, (c) menyiarkan ilmu pengetahuan, (d) memberikan hiburan, dan (e) membina bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Bahasa radio meliputi bahasa lisan dan tulisan. Mengikuti siaran radio berarti mendengarkan bahasa yang dituturkan secara langsung oleh pembicara atau mendengarkan bahasa tulis yang dibacakan oleh pembicara atau penyiar. Pada umumnya bahan yang disiarkan diradio itu dipersiapkan lebih dahulu, ditulis, lalu dibacakan oleh penuisnya sendiri atau oleh oaring lain. Bagaimana bantuk bahasa yang seharusnya digunakan?
·         Susunan kalimat haruslah teratur.
·         Kalimat sebaiknya tidak terlalu panjang, sebab kalimat yang panjang menyulitkan pendengar menagkap pengertian secara utuh.
·         Kata-kata yang diguanakan untuk siaran umum artinya haruslah diketahui oleh masyarakat.
·         Kata haruslah digunakan dengan makna yang tepat.
Menangkap siaran radio artinya mendengar siaran radio dengan telinga. Oleh sebab itu, hal-hal yang bersngkut-paut dengan pendengaran manusia haruslah mendapat perhatian penyiar radio, diantaranya:
§  Suara penyiar
§  Intonasi suara
§  Tekanan kata-kata
§  Kecepatan bicara
§  Bahan yang disiarkan.

3.      Peranan  Televisi terhadap Perkembangan Bahasa Indonesia
Telah disingung di depan bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional mempunyai fungsi utama sebagai alat pemersatu. Televisi memanfaatkan bahasa tersebut sebagai media yang sangat ampuh dalam memberikan informasi secara luas kepada masyarakat.
Siaran televisi yang karena adanya Sistem Komunikasi Satelit Domestik (SKSD) dapat ditangkap hampir di seluruh tanah air mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi kemajuan bangsa secara menyeluruh ditinjau dari segi positif televisi, tanpa menyangkal segi-segi negatif yang juga ada padanya. Peranan televisi dari segi positif:
Ø  Memberikan informasi tentang berbagai peristiwa dan situasi dalam dan luar negeri.
Ø  Menyebarkan ilmu pengetahuan.
Ø  Memberikan bimbingn kepada masyarakat, seperti dalam hal bercocok tanam dan memelihara kesehatan.
Ø  Sebagai sarana hiburan.
Segala sesuatu yang disampaikan kepada pemirsa televisi di seluruh Indonesia menggunakan sarana gambar dan bahasa. Bahasa Indonesia yang bagaimana yang harus kita gunakan dalam siaran televisi? Tentu saja tidak semua yang disiarkan itu menggunakan bahasa resmi, namun dalam semua siaran yang sifatnya resmi, haruslah menggunakan bahasa yang resmi pula.
Bahasa Indonesia resmi dapat dipahami oleh para pemirsa di seluruh Indonesia walaupun tingkat pemahamannya tidak sama disebabkan oleh tingkat pendidikan dan intelektualnya yang berbeda-beda. Penggunaan bahasa resmi yang baik dan benar di televisi akan memberikan contoh teladan yang baik kepada rakyat, bagaimana menggunakan bahasa nasional kita dengan baik.



                    


BAB 3
PENUTUP

KESIMPULAN:
v  Bahasa ilmiah adalah sarana verbal yang efektif, efisien, baik, dan benar. Bahasa ilmiah digunakan dalam kajian ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang terkait dengan penulisan upaya pencarian, penemuan, pengolahan, dokumentasi, analisis, atau publikasi.
v  Pancasila sebagai dasar ideologi Negara Republik Indonesia merupakan alat pemersatu bangsa yang paling tagguh. Tetapi sarana lain yang sangat besar jasanya sebagai alat pemersatu bangsa adalah bahasa Indonesia.
v  Secara tidak langsung surat kabar dan majalah menjadi sarana pembinaan bahasa. Kekuatannya terletak pada kesanggupan mengguankan bahasa secara terampil dalam penyampaian informasi, opini, bahkan hiburan. Sarana yang dipakai surat kabar dan majalah tersebut sebagai alat komunikasi dengan masyarakat adalah bahasa tulis.
v  Radio merupakan bagian dari media massa. Baik radio pemerintah maupun radio swasta mempunyai peranan: (a) memberikan informasi, (b) memberikan bimbingan, (c) menyiarkan ilmu pengetahuan, (d) memberikan hiburan, dan (e) membina bahasa Indonesia yang baik dan benar.
v  Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional mempunyai fungsi utama sebagai alat pemersatu. Televisi memanfaatkan bahasa tersebut sebagai media yang sangat ampuh dalam memberikan informasi secara luas kepada masyarakat.
SARAN:
            Gunakanlah bahasa Indonesia dengan baik dan benar, terutama bagi kita yang termasuk kedalam masyarakat akademis.


DAFTAR PUSTAKA

Sugono, Dendi. 2009. Mahir Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
H.S, Widjono. 2007. Bahasa Indonesia. Jakarta: Grasindo.
Badudu, J.S. 1993. Cakrawala Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

evaluasi manajemen madrasah


BAB II
PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN
1.      Evaluasi
Evaluasi adalah suatu proses yang teratur dan sistematis dalam membandingkan hasil yang dicapai dengan tolak ukur atau kriteria yang telah ditetapkan kemudian dibuat suatu kesimpulan dan penyusunan saran pada setiap tahap dari pelaksanaan program.(Azwar, 1996)
2.      Manajemen
Manajemen ialah proses mengintegrasikan sumber-sumber yang tidak berhubungan menjadi sistem total untuk menyelesaikan suatu tujuan. Yang dimaksud sumber disini mencakup orang-orang, alat-alat, media bahan-bahan, uang, sarana dan prasarana semuanya diarahkan dan di koordinasi untuk mencapai tujuan.
3.      Madrasah
Madrasah dilihat dari segi bahasa arab dari kata darosa yang  artinya belajar, sedangkan madrasah itu sendiri berarti tempat belajar. Persamaan kata madrasah dalam bahasa indonesia adalah sekolah. Sementara itu pengertian yang berasal dari bahasa arab menunjukkan bahwa tempat belajar tidak mesti di suatu tempat tertentu, tetapi bisa dilaksanakan dimana saja misalnya rumah. Sedangkan secara istilah madrasah berarti lembaga pendidikan yang mempunyai porsi lebih terhadap mata pelajaran agama khususnya islam atau sering disebut dengan sekolah agama.
Jadi dapat disimpulkan pengertian evaluasi manajemen madrasah adalah suatu proses yang teratur dan sistematis dalam membandingkan hasil yang dicapai dengan tolak ukur atau kriteria yang telah ditetapkan mencakup orang-orang, alat-alat, media bahan-bahan, uang, sarana dan prasarana semuanya diarahkan dan di koordinasi untuk mencapai tujuan pada lembaga pendidikan yang bersifat islam
B.   Prosedur Evaluasi
Evaluasi yang dilaksanakan dengan cara dan sistematis akan dapat menjamin terlaksananya usaha perbaikan dan peningkatan kualitas di
berbagai bidang. Oleh karena itu evaluasi harus mengikuti prosedur atau
langkah-langkah yang telah ditentukan.Dirawat dan Busra Lembari mengemukakan beberapa langkah dasar dalam evaluasi sebagai berikut :
a). Merumuskan tujuan penilaian secara jelas.
b). Menyelidiki alat-alat penilaian.
c). Menerapkan alat-alat penilaian.
d). Mengolah hasil-hasil penilaian.
e). Menyimpulkan hasil-hasil penilaian.
f). Menentukan tindak lanjut atau follow up
Berdasarkan hal tersebut maka dalam melaksanakan evaluasi,
langkah pertama yang harus ditempuh adalah merumuskan tujuan.
Berbicara masalah tujuan berarti tidak akan terlepas dari rencana-rencana
yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan itu. Hal tersebut dalam
dunia pendidikan terdapat dalam kurikulum. Dengan demikian evaluasi
yang dilaksanakan harus berpijak pada tujuan yang ingin dicapai dari
pelaksanaan kurikulum itu. Langkah selanjutnya adalah menentukan alat
evaluasi yang paling sesuai dengan tujuan tersebut, baru kemudian
diadakan evaluasi.
Dari evaluasi kemudian diolah baru disimpulkan. Dengan
kesimpulan dapat diketahui apakah hasil evaluasi itu sudah sesuai dengan
tujuan atau belum. Kalau belum sesuai, langkah apa yang harus ditempuh
agar tujuan tersebut dapat dicapai, ditentukan pada program berikutnya.
C.     Ruang lingkup evaluasi
·         Menurut Azwar (2000), evaluasi dapat dibedakan menjadi empat kelompok yaitu :
1) evaluasi terhadap masukan  (Input) yang menyangkut pemanfaatan berbagai sumber daya, baik sumber dana, tenaga dan ataupun sumber sarana.
2) evaluasi terhadap proses (process) lebih dititik beratkan pada pelaksanaan  program, apakah sesuai rencana, mulai dari tahap perencanaan, pengorganisasian dan pelaksanaan.
3) evaluasi terhadap keluaran  (output), evaluasi pada tahap akhir ini adalah evaluasi yang dilakukan pada saat program telah selesai dilaksanakan (summative evaluation) yang tujuan utamanya secara umum dapat dibedakan atas dua macam yaitu untuk mengukur keluaran serta untuk  mengukur dampak yang dihasilkan. Dari kedua macam evaluasi akhir ini, diketahui bahwa evaluasi keluaran lebih mudah dari pada evaluasi dampak. Pada penelitian ini yang akan dilihat adalah evaluasi keluaran.
4) Evaluasi terhadap dampak (impact) mencakup pengaruh yang timbul dari program yang dilaksanakan.
·         Menurut Mantra (1997), evaluasi secara umum dibedakan atas :
1)      Evaluasi formatif yaitu evaluasi yang dilakukan pada saat merencanakan suatu program dengan tujuan menghasilkan informasi yang akan dipergunakan untuk mengembangkan program agar program sesuai dengan masalah atau kebutuhan masyarakat.
2)      Evaluasi proses adalah proses yang memberikan gambaran tentang apa yang sedang berlangsung dalam suatu program dan memastikan keterjangkauan elemen fisik dan struktural dari program tersebut.
3)      Evaluasi sumatif yaitu memberikan pernyataan efektif suatu program selama kurun waktu tertentu dan dimulai setelah program berjalan.
4)      Evaluasi dampak program yaitu menilai keseluruhan efektifitas program dalam menghasilkan target sasaran.
5)      Evaluasi hasil yaitu menilai perubahan-perubahan atau perbaikan dalam hal morbiditas, mortalitas atau indikator status kesehatan lainnya untuk sekelompok
D.    KEGUNAAN EVALUASI

Sehubungan dengan hal tersebut Suharsimi Arikunto mengungkapkan beberapa kegunaan evaluasi sebagai berikut :
a.       Bagi murid.
Dengan adanya evaluasi, siswa dapat mengetahui sejauh mana ia telah berhasil menyerap pelajaran yang telah disampaikan oleh guru  sehingga hasil evaluasi tersebut dapat dijadikan tolok ukur kemampuannya dalam belajar.


b.      Bagi guru.
Dengan evaluasi, guru mengetahui sejauh mana anak menguasai materi yang telah disampaikan, sehingga murid yang kurang mampu diberi bimbingan khusus dan bagi yang sudah mampu diberi pemantapan.
Dengan evaluasi guru akan mengetahui apakah materi yang diajarkan sudah tepat bagi siswa, sehingga dari hasil evaluasi diharapkan materi yang disampaikan benar-benar tepat sesuai sasaran yang diinginkan.
c.       Bagi madrasah.
Dengan evaluasi dapat diketahui apakah kondisi belajar yang diciptakan oleh sekolah sudah sesuai atau belum.Hasil evaluasi menjadi informasi bagi guru tentang tepat tidaknya kurikulum yang dikembangkan di madrasah, sehingga menjadi dasar pertimbangan dalam pengembangan kurikulum berikutnya. Informasi hasil evaluasi yang diperoleh dari tahun ke tahun dapat dipergunakan sebagai pedoman bagi madrasah, apakah aktivitas pendidikan yang dilakukan oleh madrasah itu sudah memenuhi  standar atau belum. Pemenuhan standar akan terlihat dari berhasilnya siswa dalam evaluasi.
Dengan demikian keberadaan evaluasi sangat penting bagi proses pendidikan yang dilaksanakan oleh madrasah.Hasil evaluasi akan dipakai sebagai pedoman untuk mengadakan perbaikan di sekolah, baik perbaikan di bidang kurikulum, metodemengajar, administrasi maupun komponen lainnya.
E.     TUJUAN EVALUASI
·           Menurut Suprihanto (1988), mengatakan bahwa tujuan evaluasi antara lain:
a)     sebagai alat untuk memperbaiki dan perencanaan program yang akan datang,
b)    untuk memperbaiki alokasi sumber dana, daya dan manajemen saat ini serta    dimasa yang akan datang,
c)    memperbaiki pelaksanaan dan dan faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program perencanaan kembali suatu program melalui kegiatan mengecek kembali relevansi dari program dalam hal perubahan kecil yang terus-menerus  dan mengukur kemajuan target yang direncanakan.
·         Menurut   Hawe,  et al.  (1998),    evaluasi  proses  dilakukan    untuk:         
 1) Menilai pencapaian program.
 2) Menilai kepuasan sasaran.
 3) Menilai pelaksanaan aktivitas program.
 4) Menilai tampilan  komponen dan material program
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Evaluasi adalah suatu proses yang teratur dan sistematis dalam membandingkan hasil yang dicapai dengan tolak ukur atau kriteria yang telah ditetapkan kemudian dibuat suatu kesimpulan dan penyusunan saran pada setiap tahap dari pelaksanaan program.(Azwar, 1996)
Manajemen ialah proses mengintegrasikan sumber-sumber yang tidak berhubungan menjadi sistem total untuk menyelesaikan suatu tujuan. Yang dimaksud sumber disini mencakup orang-orang, alat-alat, media bahan-bahan, uang, sarana dan prasarana semuanya diarahkan dan di koordinasi untuk mencapai tujuan.
Madrasah dilihat dari segi bahasa arab dari kata darosa yang  artinya belajar, sedangkan madrasah itu sendiri berarti tempat belajar. Persamaan kata madrasah dalam bahasa indonesia adalah sekolah. Sementara itu pengertian yang berasal dari bahasa arab menunjukkan bahwa tempat belajar tidak mesti di suatu tempat tertentu, tetapi bisa dilaksanakan dimana saja misalnya rumah. Sedangkan secara istilah madrasah berarti lembaga pendidikan yang mempunyai porsi lebih terhadap mata pelajaran agama khususnya islam atau sering disebut dengan sekolah agama.
Dirawat dan Busra Lembari mengemukakan beberapa langkah dasar dalam evaluasi sebagai berikut :
a). Merumuskan tujuan penilaian secara jelas.
b). Menyelidiki alat-alat penilaian.
c). Menerapkan alat-alat penilaian.
d). Mengolah hasil-hasil penilaian.
e). Menyimpulkan hasil-hasil penilaian.
f). Menentukan tindak lanjut atau follow up


DAFTAR PUSTAKA
Arikunto Suharsimi. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan.Jakarta: Bumi Aksara. 2009.
pidarta Made, Manajemen pendidikan Indonesia,(Jakarta: PT Renika Cuipta, 2004), hlm 3